Unesco Jakarta dan Citi Indonesia, baru saja menggelar karya `Masker Kain Tradisional` secara daring. Gelaran secara virtual ini dalam rangka kampanye pakai masker menggunakan kain tradisional. Kampanye ini merupakan bagian dari proyek Creative Youth at Indonesian Heritage Sites, didukung sepenuhnya oleh Citi Foundation.

"Pandemi COVID-19 memberikan tantangan besar bagi kita semua di segenap sektor kehidupan. Pada saat bersamaan, hal tersebut juga memberi kita kesempatan untuk berpikir secara berbeda dan tetap tangguh," kata Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni Ayu Tunjungsari, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Minggu (20/9).

Segera setelah larangan pergerakan publik dan mengumpulkan massa diumumkan di Indonesia, UNESCO Jakarta  mengubah bentuk kegiatan workshop dari pertemuan langsung di ruang kelas menjadi daring memanfaatkan platform media sosial. "Ini memungkinkan kami terus terhubung dengan para wirausaha muda kami dengan lebih sering," ujarnya.

Kampanye pakai masker kain tradisional merupakan hasil pelatihan-pelatihan yang dilakukan secara daring. Inovasi membuat masker dari kain tradisional ini adalah sebuah terobosan baru sehingga para wirausaha muda di sektor kreatif dapat tetap menjalankan roda ekonomi keluarga mereka.

Direktur dan Perwakilan UNESCO Jakarta, Prof Shahbaz Khan menambahkan, antusiasme para pemirsa mengikuti acara kampanye memakasi masker kain tradisional secara daring sangat menggembirakan. Hal itu dilihat dari angka live streaming di YouTube yang mencapai lebih dari 2.500 penonton.

Sajian utama dalam gelar tersebut adalah busana dan masker kain tradisional, karya para peserta kampanye Pakai Masker Kain Tradisional. Karya-karya masker kain tradisional yang ditampilkan terlihat unik dan mengandung pesan budaya yang menarik.