Pandemi COVID-19 memberikan dampak buruk pada sektor budaya dan kreatif.

Adanya larangan bepergian dan kegiatan mengumpulkan massa serta membuat pariwisata untuk sementara dibatasi, konser-konser dan kegiatan-kegiatan live dibatalkan.

Selain itu permintaan produk-produk budaya menurun, sehingga secara drastis mengurangi peluang pendapatan bagi mereka yang bekerja di sektor kreatif.

Merespons hal itu, UNESCO Jakarta sejak Maret 2020 memfasilitasi serangkaian pelatihan bisnis secara virtual, untuk mendampingi sekitar 400 wirausaha muda dari Jawa Tengah, Yogyakarta, Kota Tua Jakarta, Toba, dan Bali.

Salah satu kegiatan yang digagas adalah kegiatan “Kampanye Pakai Masker Kain Tradisional”.

Kampanye ini secara khusus diprakarsai guna mendukung wirausaha muda yang bekerja di sektor tenun tradisional dan fesyen untuk memberikan mereka alternatif peluang pendapatan.

Kampanye yang diluncurkan UNESCO Jakarta sejak Juli 2020 ini memberikan pemahaman mengenai sejarah dan signifikansi budaya kain tradisional.

Selain itu juga memberikan pelatihan secara langsung tentang mengembangkan cerita produk dan menjahit masker berkualitas.

Kampanye ini kemudian memberikan penugasan pada para peserta untuk mendesain dan membuat masker mereka sendiri, kemudian membuat foto dan pesan yang menarik untuk diunggah di media sosial.

Kampanye yang digelar oleh UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia ini merupakan bagian dari proyek “Creative Youth at Indonesian Heritage Sites” yang didukung oleh Citi Foundation.

Tujuannya membangun kapasitas 400 wirausaha muda yang tinggal di sekitar empat daerah tujuan wisata utama Indonesia seperti Borobudur, Prambanan, Kawasan Danau Toba, Bali, dan Kotatua Jakarta.

Prof. Shahbaz Khan selaku Direktur dan Perwakilan UNESCO Jakarta mengatakan proyek ini untuk membangun keterkaitan antara situs warisan budaya dan mata pencaharian penduduk sekitar dengan menyediakan pelatihan-pelatihan bagi para wirausaha muda.

Hal tersebut untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan bisnisnya seraya terus melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai budaya situs tersebut.

“Kampanye Pakai Masker Kain Tradisional ini adalah salah satu dari hasil pelatihan-pelatihan daring kami," katanya dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Puni A. Anjungsari, selaku Country Head of Corporate Affairs, Citi Indonesia menambahkan pihaknya melihat bahwa pengusaha muda memainkan peran kunci dalam membangun ekonomi Indonesia di masa depan.

"Oleh karena itu, bersama dengan UNESCO Jakarta, Citi berkolaborasi untuk melaksanakan program ini, yang sejalan dengan inisiatif Pathways to Progress dalam membantu lebih dari 500.000 pemuda di seluruh dunia," katanya.