Acara Creative Youth Indonesian Heritage Sites fase 3 yang merupakan kolaborasi antara UNESCO dan Citi Indonesia berhasil sukses digelar. Program yang dikenal dengan nama Kita Muda Kreatif ini berhasil menyasar 400 wirausaha muda yang berada kawasan di Kawasan  Situs Warisan Dunia atau destinasi wisata yang terkenal, yaitu Danau Toba, Borobudur, Prambanan, Klaten, Yogyakarta, Kotuatua Jakarta serta Denpasar dan Tabanan di Bali.

Selama pelaksanaan fase 3 di tahun 2020 ini, para wirausaha muda yang berasal dari berbagai sektor industri kreatif, terlibat dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas kewirausahaan serta peningkatan pemahaman mengenai warisan budaya untuk meningkatkan kemampuan bisnis mereka, dengan memanfaatkan sumber daya dari warisan budaya lokal.

"Program Kita Muda Kreatif dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas bisnis para wirausahawan muda dalam berbagai aspek, mulai dari kewirausahaan, literasi keuangan, hingga dukungan jenama. Kami mendorong generasi muda untuk berkolaborasi satu sama lain, dan kami berharap mereka makin mengenal budaya mereka dan menjadikannya sebagai inspirasi,” ungkap Shahbaz Khan, Director and Representative of UNESCO Office dalam keterangan, Jumat (27/11).

Puni A. Anjungsari, Country Corporate Affairs Head, Citi Indonesia menyebutkan sebuah kebanggan bisa mendukung anak muda dalam berkreatif apalagi di era pandemi seperti saat ini. “Pendekatan yang dilakukan terbukti efektif dalam membangkitkan semangat generasi muda dalam berkreasi dan berinovasi bahkan di masa pandemi seperti saat ini. Program ini mengedepankan kebutuhan dan potensi dari masing-masing wilayah dan selaras dengan prioritas pemerintah dalam memberdayakan perekonomian lokal pariwisata,” ujarnya.

Citi memiliki komitmen untuk meningkatkan kesempatan bagi  pemuda di seluruh dunia. Melalui Pathways to Progress, Citi berkomitmen untuk membantu lebih dari 6.000 generasi muda serta menyediakan 60.000 kesempatan pelatihan keterampilan sampai dengan tahun 2023 dengan total investasi sebesar Rp 500 miliar di Asia Pasifik.

Selama tahun 2017 - 2018, Program Creative Youth at Indonesian Heritage Sites telah merangkul lebih dari 400 wirausaha muda kreatif untuk berpartisipasi dalam Youth Entrepreneurs Boot Camp  di Yogyakarta, Borobudur, Toba, dan Kotatua Jakarta. Di kegiatan ini mereka mendapatkan sesi-sesi pelatihan seputar pengembangan bisnis dan pemasaran. Pada periode tersebut pula, lebih dari 200  wirausaha muda mendapatkan bantuan branding yang dapat dugunakan untuk meningkatkan promosi hasil karya mereka, serta memperkuat narasi budaya.

Pada Maret - Agustus 2020, di masa lockdown akibat Covid-19, telah digelar lebih dari 90 kelas daring melalui aplikasi-aplikasi WhatsApp, Zoom, dan YouTube. Termasuk di dalamnya pendampingan khusus pada lebih dari 60 penenun dan perancang busana untuk mengembangkan masker yang modis dan berkualitas menggunakan kain tradisional. Kemudian 36 orang seniman muda menerima pelatihan untuk mengembangkan video promosi mereka.

Hasil yang nampak dari kegiatan-kegiatan tersebut adalah 119 wirausaha muda peserta program telah mengembangkan produk atau layanan baru; 97 wirausaha muda menyatakan mengalami peningkatan pendapatan meski dalam masa pandemi;  dan 51 wirausaha muda telah memperkerjakan karyawan baru atau menambah anggota tim selama mengikuti program.

Selain itu, selama periode tersebut program ini berhasil memberdayakan dua buah Youth Center masing-masing di Borobudur dan Klaten dengan menjalankan kegiatan bisnis baru.