Peringatan Hari Batik Nasional tahun ini mengangkat tema Heritage on the Move!. Terhitung sudah 11 tahun batik Indonesia diangkat menjadi Warisan Budaya Takbenda oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Direktur dan perwakilan UNESCO Jakarta, Prof Shahbaz Khan menyatakan, batik adalah wujud keunikan dari pengetahuan kolektif yang diwariskan dari masa lampau tetapi masih hidup dan berdampingan dengan masyarakat masa kini. Untuk itu masyarakat Indonesia wajib menjaga muruah batik, khususnya di masa pandemi ini.

Menjaga muruah batik juga diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia. Pengenalan berbagai jenis motif batik telah meningkatkan peluang ekonomi melalui diversifikasi ragam pola yang ada. Terlebih selama pandemi Covid-19, para perajin mengeksplorasi peluang pasar digital dengan menyuguhkan ragam produk baru seperti masker batik.

"Banyak hal yang dapat kita pelajari di masa pandemi ini. Batik bisa memberi peluang bagi perajin,” terang Shahbaz Khan di Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Selain sebagai warisan budaya nasional, batik juga merupakan bagian yang sangat erat dari abad ke-21 yang menyokong mata pencaharian bagi sebagian besar kelompok masyarakat di Indonesia. Tak hanya itu saja, batik juga terus menginspirasi kreativitas baru dan berbagai inovasi teknologi masa kini.

Ditambahkan Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Sri Hartini saat membacakan sambutan Dirjen Kebudayaan, bahwa setiap warga negara harus melestarikan warisan budaya.

"Kita pantas bersyukur bahwa Indonesia dikaruniai warisan budaya yang tersebar di seluruh Nusantara. Salah satunya batik Indonesia yang telah di inskripsi pada 2 Oktober 2009 yang kemudian kita peringati sebagai Hari Batik Nasional," terangnya.

Diharapkan, batik tidak sekadar keunikan motif atau bahan material yang digunakan untuk menunjukkan keistimewaannya, akan tetapi batik bisa dilihat mulai dari sejarah dan proses pembuatannya. Tak hanya itu saja, batik juga bisa dilihat dari nilai filosofis yang terkandung di dalam setiap motifnya bahkan hingga karakter pemakainya yang sarat melambangkan nilai-nilai ajaran kehidupan.