Program Creative Youth at Indonesian Heritage Sites, sebuah kolaborasi UNESCO dan Citi Indonesia yang didukung Citi Foundation sejak 2017, secara resmi akan mengakhiri Fase 3 di bulan November 2020.

Program yang lebih akrab dikenal dengan nama Kita Muda Kreatif ini menyasar 400 wirausaha muda yang berada kawasan di Kawasan Situs Warisan Dunia atau destinasi wisata yang terkenal, yaitu Danau Toba, Borobudur, Prambanan, Klaten, Yogyakarta, Kotatua Jakarta serta Denpasar dan Tabanan

“Merupakan kebanggaan bagi kami untuk dapat mendukung program Kita Muda Kreatif. Pendekatan yang dilakukan terbukti efektif dalam membangkitkan semangat generasi muda dalam berkreasi dan berinovasi bahkan di masa pandemi seperti saat ini. Program ini mengedepankan kebutuhan dan potensi dari masing-masing wilayah dan selaras dengan prioritas pemerintah dalam memberdayakan perekonomian lokal pariwisata,” kata Country Corporate Affairs Head, Citi Indonesia Puni A. Anjungsari dalam siaran persnya yang diterima KR, Kamis (26/11).

Citi memiliki komitmen untuk meningkatkan kesempatan bagi pemuda di seluruh dunia. Melalui Pathways to Progress, Citi berkomitmen untuk membantu lebih dari 6.000 generasi muda serta menyediakan 60.000 kesempatan pelatihan keterampilan sampai dengan tahun 2023 dengan total investasi sebesar Rp 500 milliar di Asia Pasifik.

Selama pelaksanaan Fase 3 di tahun 2020 ini, para wirausaha muda yang berasal dari berbagai sektor industri kreatif, terlibat dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas kewirausahaan serta peningkatan pemahaman mengenai warisan budaya untuk meningkatkan kemampuan bisnis mereka, dengan memanfaatkan sumber daya dari warisan budaya lokal.

Pencapaian proyek dan hasil-hasil karya para wirausaha muda akan ditampilkan dalam acara live Virtual Gelar Karya Kreatif yang akan dilaksanakan pada 26 November 2020, pada 18:30 – 20:30 WIB, melalui Kanal YouTube Kita Muda Kreatif, Instagram Live @kitamudakreatif.

Dikatakan, situs warisan di Indonesia memainkan peran penting dalam pelestarian nilai-nilai warisan budaya dan memberikan pengalaman budaya bagi para pengunjung internasional dan domestik. Meskipun jumlah wisatawan ke situs warisan dunia terus meningkat, masyarakat lokal yang tinggal dan berada di sekitar situs warisan budaya jarang menerima manfaat ekonomi sosial dari besarnya jumlah pengunjung.

Untuk mengatasi kesenjangan ini, UNESCO Jakarta dan Citi Foundation telah melibatkan 400 wirausahawan muda di enam situs populer di seluruh Indonesia sejak 2017, guna meningkatkan kesadaran tentang pelestarian warisan budaya, sekaligus meningkatkan taraf hidup dan pencaharian masyarakat yang tinggal di sekitar situs warisan budaya tersebut. (Lmg)