Indonesia mulai merayakan Hari Batik sejak 2 Oktober 2009 setelah UNESCO menetapkan Batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Hal tersebut kemudian menginspirasi lahirnya kreativitas-kreativitas baru dan inovasi teknologi. Selama pandemi COVID-19, para pembatik pun menjajaki peluang pasar baru dengan membuat masker dari batik.

Tidak seperti cagar budaya atau monument, warisan budaya tak benda, seperti Batik, selain membutuhkan upaya konservasi teknis dari para ahli berikut kajian ilmiahnya, juga membutuhkan upaya manusia sekelilingnya untuk bisa terus lestari. Dari para praktisinya yang mempunyai kemampuan dan pengetahuan, generasi mudanya yang belajar mewarisi pengetahuan tersebut dan akhirnya kalangan masyarakat luas yang menghargai warisan budaya itu dan mendukung upaya alih pengetahuan antar generasinya. Saya berharap melalui Perayaan Hari Batik ini, Indonesia bisa terus bersama melestarikan warisan budaya. (Prof. Shahbaz Khan, Director and Representatives of UNESCO Jakarta).

Perbincangan seru tentang Batik Indonesia sebagai warisan budaya bisa sobatKom simak di kanal YouTube Kita Muda Kreatif
https://www.youtube.com/watch?v=0hU5MQLJX7w