Program Creative Youth at Indonesian Heritage Sites, sebuah kolaborasi UNESCO dan Citi Indonesia yang didukung Citi Foundation sejak 2017, secara resmi akan mengakhiri Fase 3 di bulan November 2020.

Program yang lebih akrab dikenal dengan nama Kita Muda Kreatif ini menyasar 400 wirausaha muda yang berada kawasan di Kawasan  Situs Warisan Dunia atau destinasi wisata yang terkenal, yaitu Danau Toba, Borobudur, Prambanan, Klaten, Yogyakarta, Kotuatua Jakarta serta Denpasar dan Tabanan di Bali.

Selama pelaksanaan Fase 3 di tahun 2020 ini, para wirausaha muda yang berasal dari berbagai sektor industri kreatif, terlibat dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas kewirausahaan serta peningkatan pemahaman mengenai warisan budaya untuk meningkatkan kemampuan bisnis mereka, dengan memanfaatkan sumber daya dari warisan budaya lokal.

Pencapaian proyek dan hasil-hasil karya para wirausaha muda akan ditampilkan dalam acara live Virtual Gelar Karya Kreatif yang akan dilaksanakan malam ini 18:30 - 20:30 WIB, melalui Kanal YouTube Kita Muda Kreatif dan Instagram Live @kitamudakreatif.

Acara yang berlangsung selama dua jam ini akan menampilkan bincang-bincang dengan beberapa wirausaha muda dan para ahli, serta acara peluncuran situs Kita Muda Kreatif.

Selama pandemi Covid-19, program ini terus memberikan dukungan kepada para wirausaha muda dan mengadakan lebih dari 90 pelatihan daring melalui WhatsApp, Zoom, dan YouTube, antara Maret dan November 2020. Tema-tema pelatihan yang diberikan meliputi pengembangan produk, literasi keuangan, perencanaan bisnis, pemasaran dan jenama. Kemudian juga terkait latar belakang sejarah dan nilai situs warisan, dan penguatan jejaring dengan pihak-pihak pemerintah, kalangan bisnis profesional, pakar-pakar warisan budaya, serta para pengusaha retail.

Survei internal yang dilakukan pada November 2020 ini telah menunjukkan bahwa program ini mendukung terciptanya lebih dari 200 jenama wirausaha muda lokal yang terinspirasi dari budaya setempat. Selain itu hampir 25% dari mereka mengalami peningkatan pendapatan dan 30% dari wirausaha muda ini berhasil mengembangkan produk baru.

Pada tahun 2021, proyek ini akan terus mendorong pemberdayaan wirausaha muda serta akan memperluas kegiatannya hingga ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, demi mendukung lebih dari lima puluh penenun muda meningkatkan taraf hidup dan pendapatan mereka sambil terus melestarikan tenun tradisional mereka.

Pengusaha muda dari Borobudur, Cemplon Sebastian, mengatakan, rangkaian sesi pelatihan yang disampaikan selama ini sangat berguna. Program ini tidak hanya membantunya meningkatkan citra produk dan jenama, tetapi juga secara terus menerus jadi sumber inspirasi. 

Kelas-kelas pelatihan memberinnya pengetahuan dan energi tambahan untuk mengembangkan bisnis baru di tengah krisis Covid-19. "Produk jamu baru saya Wedang Rempah Borobudur adalah buktinya. Saya senang dengan bisnis baru ini saya juga dapat membantu masyarakat desa Karangrejo, tempat saya tinggal. Terima kasih banyak yang sebesar-besarnya kepada UNESCO Jakarta dan Citi Foundation," ujar dia, Kamis (26/11).

Director and Representative of UNESCO Office Shahbaz Khan mengatakan, program Kita Muda Kreatif dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas bisnis para wirausahawan muda dalam berbagai aspek. Mulai dari kewirausahaan, literasi keuangan, hingga dukungan jenama. 

"Kami mendorong generasi muda untuk berkolaborasi satu sama lain, dan kami berharap mereka makin mengenal budaya mereka dan menjadikannya sebagai inspirasi,” kata dia.

“Selamat kepada para peserta yang sudah mengikuti beberapa fase dari program ini. Memasuki fase berikut, kita bisa mengharapkan lebih banyak lagi karya kreatif yang muncul sebagai hasil interaksi dengan lingkungan cagar budaya kita,” tambah Hilmar Farid selaku Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Country Corporate Affairs Head, Citi Indonesia Puni A. Anjungsari menjelaskan, ini merupakan kebanggaan bagi pihaknya untuk dapat mendukung program Kita Muda Kreatif. Ia mengatakan, Citi memiliki komitmen meningkatkan kesempatan bagi  pemuda di seluruh dunia. Melalui Pathways to Progress, Citi berkomitmen untuk membantu lebih dari 6.000 generasi muda serta menyediakan 60 ribu kesempatan pelatihan keterampilan sampai dengan tahun 2023 dengan total investasi sebesar Rp 500 milliar di Asia Pasifik.

"Pendekatan yang dilakukan terbukti efektif dalam membangkitkan semangat generasi muda dalam berkreasi dan berinovasi bahkan di masa pandemi seperti saat ini. Program ini mengedepankan kebutuhan dan potensi dari masing-masing wilayah dan selaras dengan prioritas pemerintah dalam memberdayakan perekonomian lokal pariwisata," ujar dia.