Tapak Warisan Dunia (world heritage sites) di Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai penting dan memberi pengalaman budaya bagi masyarakat. Banyak pengunjung yang datang ke tapak budaya, namun seringkali komunitas masyarakat yang tinggal di sekitar situs tidak merasakan manfaat sosial serta ekonomi. Kondisi ini dapat membentuk sikap acuh oleh masyarakat tempatan terhadap keberlanjutan situs di masa mendatang.

UNESCO bekerjasama dengan Citi Foundation memberikan program pelatihan kewirausahaan bagi para wirausaha muda yang tinggal di situs warisan budaya ataupun destinasi pariwisata.

Program ini dilangsungkan bagi para wirausaha yang bergerak di bidang industri kreatif dan pariwisata. Syaratnya, para wirausaha muda berusia sekitar 18 sampai 30 tahun dan telah menjalankan bisnisnya sekurangnya satu tahun.

Pelatihan yang disediakan mencakup topik literasi keuangan, perencanaan bisnis, pemasaran, branding, serta riset sejarah dan nilai budaya suatu tapak warisan. 

Fasilitator Lapangan

  • Pusat Dokumentasi Arsitektur Indonesia
  • CV Bawah Sadar
  • Yayasan LKIS

Mitra Kerja Professional/Swasta

  • Moselo
  • Srengenge Advertising and Cultural Lab 
  • Google Gapura Digital
  • Dagadu
  • Martha Tilaar
  • Via Via Yogyakarta
  • PT Management CBT Nusantara

Mitra Kerja Universitas

  • Institut Kesenian Jakarta
  • Universitas Gajah Mada
  • Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Atma Jaya Yogyakarta
  • Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Mitra Kerja Kantor Pemerintahan

  • DKI Jakarta
  • BPCB Yogyakarta
  • Pemkab. Humbang Hasundutan
  • Pemkab. Toba Samosir
  • Pemkab. Tapanuli Utara
  • Pemkab. Samosir
  • Pemkab. Simalungun
  • UPK Kota Tua
  • BUMDES
  • BPCB Sumatera Utara
  • Dispar. Denpasar
  • BPCB Bali
  • BPNB Bali
  • BPCB Jawa Tengah
  • Balai Konservasi Borobudur
  • Dinas Industri dan Perdagangan Denpasar
  • Dinas Industri dan Perdagangan Tabanan 
  • Disparbud. Sumatera Utara